Banjir
dan angin kencang melanda kawasan Peunaron,
Peunaron(02/10), tepat jam
5 sore wib, di peunaron terjadi tiupan angin kencang yang sangat dahsyat,
akibat tiupan angin ini, ada beberapa rumah yang tertimpa pepohonan yang roboh,
diantaranya adalah rumah Pak sutrisno guru SMA Negeri 1 Peunaron, Rumah beliau
tertimpa pohon jengkol milik tetangganya, bukan hanya itu saja bahkan pokok
kelapa milik beberapa warga juga banyak yang tumbang. Dan yang lebih
mengenaskan lagi hampir 75% padi yang hampir siap panen milik warga peunaron roboh
karena tertiup angin, ini merupakan bencana yang kesekian kalinya melanda kawasan
Peunaron, setelah satu bulan yang lalu terjadi banjir yang menenggelamkan sawah
dan sebagian rumah mereka.
Ada beberapa kemungkinan penyebab banjir dan
angin topan yang terjadi dipeunaron, penyebab yang pertama adalah hutan yang
semakin gundul, hal ini dikarenakan masih banyak warga yang belum memiliki
kesadaran untuk menjaga hutan, padahal hutan itu adalah asset untuk pelindung
wilayah peunaron.
Akibat penggundulan hutan
yang semakin merajalela, Peunaron sering kali terkena musibah banjir, kalau
jaman dulu sekitar tahun 1995 banjir paling hanya terjadi pada bulan November dan
Desember, tapi sekarang ini bulan April pun banjir bahkan jika satu hari hujan lebat
pasti keesokan harinya banjir melanda wilayah peunaron yang menyebabkan
lumpuhnya transportasi menuju peureulak.
Oleh karena itu pembinaan masyrakat untuk
menyadari akan pentingnya hutan harus segera dilaksanakan terutama oleh
departemen pertanian dan polisi hutan, mudahan-mudahan warga masyarakat
peunaron segera menyedari akan arti pentingnya hutan sehingga anak-anak cucu
mereka masih bisa tersenyum menikmati keindahan alam pada 1000 tahun yang akan datang.
Diposkan oleh : Agus Triono, S.Pd
|